Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

ILMU BAHAN TUGAS KE 6

 A. GEOTEXTILE      1. Lapisan Stabilisasi Tanah Lentur            Geotextile adalah bahan tekstil sintetis berpori yang digunakan dalam berbagai aplikasi teknik sipil untuk memperbaiki tanah atau struktur tanah. Biasanya terbuat dari serat seperti poliester atau polipropilena, geotextile dapat berfungsi sebagai penghalang air, pengendali erosi, penahan tanah, penyaring dan drainase, serta memperkuat dasar tanah dari penurunan atau deformasi. Geotextile tersedia dalam dua jenis utama yaitu woven (anyaman) dan non-woven (tidak anyaman), masing-masing memiliki fungsi dan aplikasi berbeda, seperti perkuatan tanah dasar, separasi lapisan tanah, dan filtrasi air. Penggunaan geotextile dapat memperpanjang umur proyek konstruksi dan mengurangi biaya dengan meningkatkan stabilitas dan kekuatan tanah     Material geotextile umumnya terbuat dari serat sintetis seperti polypropylene (PP) dan polyester (PET). Geotextile dibagi menjadi...

ILMU BAHAN TUGAS KE 7

        BEMBENTUKAN SETRUKTUR KAYU A.PROSES PEMBENTUKAN STRUKTUR KAYU     Pembentukan struktur kayu melibatkan pemahaman tentang sifat fisik dan mekanik kayu serta cara mengolah dan merancangnya dalam bentuk elemen struktural seperti balok, kolom, dan sambungan. Kayu adalah bahan organik yang tersusun dari selulosa, hemiselulosa, dan lignin dengan struktur anatomi terdiri dari kulit, kambium, kayu gubal, dan kayu teras yang berperan menentukan kekuatannya.       Proses pembentukan struktur kayu diawali dari pertumbuhan alami pohon yang menghasilkan lingkaran tahun (growth rings), yang terdiri dari kayu awal (springwood) yang berpori dan cerah, serta kayu akhir (summerwood) yang lebih padat dan gelap. Struktur kayu sebagai material konstruksi harus memperhatikan kekuatan tarik, tekan, lentur, dan geser yang sifatnya anisotropik (berbeda di berbagai sumbu kayu: longitudinal, radial, dan tangensial).Dalam konstruksi teknik sipil, kayu dirancang ...

ILMU BAHAN TUGAS KE 5

                 BAHAN MATERIAL BAJA     Material Baja adalah paduan logam yang tersusun utama dari besi (Fe) dan karbon (C), dengan kadar karbon biasanya antara 0,02% hingga 2%.  1. Komposisi Pembentukanya ●Besi (Fe) : unsur utama. ●Karbon (C) : menentukan kekerasan dan kekuatan baja. ●Semakin tinggi kadar karbon  semakin keras dan kuat, tapi lebih getas.   Unsur Paduan Lain (opsional, untuk meningkatkan sifat tertentu: ●Krom (Cr) : tahan karat ●Nikel (Ni) : meningkatkan ketangguhan ●Molibdenum (Mo) : tahan suhu tinggi ●Vanadium (V) : menambah kekerasan 2.Sifat-Sifat Baja Sifat Fisik : Padat, berat jenis ±7.850 kg/m³, titik lebur ±1.500°C. Sifat Mekanis : Kuat, ulet, elastis, dan tahan terhadap beban tarik dan tekan. Sifat Kimia : Dapat bereaksi dengan oksigen  berkarat. Sifat Teknologis : Dapat dilas, ditempa, dibentuk, dan dikeraskan dengan perlakuan panas. 3. Jenis-Jenis Baja Baja Karbon (Carbon Steel),berdas...

Tugas 3 Ilmu Bahan

         MATERIAL PERKERASAN ASPAL        Aspal adalah bahan perekat berwarna hitam atau cokelat tua yang bersifat viskoelastis, berasal dari hasil olahan minyak bumi (aspal minyak) atau dari alam (aspal alam) Perkerasan aspal biasanya diterapkan dalam beberapa lapisan seperti lapis resap pengikat, lapis perekat, dan lapisan permukaan yang berfungsi untuk menahan beban lalu lintas dan memberikan kenyamanan berkendara. Struktur umum perkerasan aspal terdiri dari lapisan tanah dasar, tanah timbunan, lapisan pondasi bawah (LPB), lapisan pondasi atas (LPA), serta lapisan aspal seperti AC-BC (Asphalt Concrete-Base Course) dan AC-WC (Asphalt. 1. Karakteristik Fisik:   ●  Warna: hitam hingga cokelat tua   ●  Kondisi suhu: Mengeras pada suhu rendah                                    (rapuh)  ●  Melembek atau mencair pada suhu tinggi...