Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

ILMU BAHAN

     Pembentukan material beton    material beton terdiri dari beberapa bahan utama yang saling berikatan sehingga membentuk massa padat dan kuat. Secara umum, bahan dasar pembentuk beton adalah: Semen  Berfungsi sebagai bahan pengikat antar butir agregat. Biasanya digunakan semen Portland (OPC – Ordinary Portland Cement). Komposisi kimia utama: kalsium oksida (CaO), silika (SiO₂), alumina (Al₂O₃), dan besi oksida (Fe₂O₃). Air (H₂O) Digunakan untuk reaksi hidrasi semen agar terbentuk pasta semen yang mengikat agregat. Jumlah air harus sesuai (water-cement ratio) karena mempengaruhi kuat tekan, keawetan, dan porositas beton. Agregat halus (pasir) Ukuran butir < 4,75 mm. Mengisi rongga di antara agregat kasar, sehingga beton lebih padat dan stabil. Agregat kasar (kerikil/batu pecah) Ukuran butir > 4,75 mm. Memberikan kekuatan, kestabilan volume, serta mengurangi penyusutan pada beton. Bahan tambahan (admixture) – opsional Ditambahkan untuk memperbaiki s...

ilmu bahan

      Material Alam adalah salah satu material alam yang sangat penting dan paling melimpah di bumi. Dalam ilmu bahan, air dipelajari dari segi sifat fisik, kimia, serta peranannya sebagai material alam.   1. Sifat Fisik Air Wujud: cair pada suhu kamar, dapat berubah menjadi padat (es) dan gas (uap). Warna & Bau: jernih, tidak berwarna, tidak berbau (dalam keadaan murni). Massa jenis: ± 1 g/cm³ pada 4 °C. Titik didih: 100 °C pada tekanan 1 atm. Titik beku: 0 °C pada tekanan 1 atm. Daya hantar panas: cukup baik, sehingga berfungsi sebagai pendingin (coolant). Kapasitas panas: tinggi, artinya membutuhkan energi besar untuk naik suhu → berperan dalam pengendalian iklim.   2. Sifat Kimia Air Rumus kimia: H₂O. Ikatan: kovalen polar, sehingga bersifat pelarut universal. pH netral: ±7 (dalam keadaan murni). Reaksi kimia: Dapat terionisasi menjadi H⁺ dan OH⁻. Bereaksi dengan oksida logam → membentuk basa. Bereaksi dengan oksida non-logam → me...